LOADING

100%

TIPS MENGATASI KEJANG PADA ANAK

Mar 12, 2018

Deman tinggi, dengan suhu diatas 38oC yang di alami anak – anak, kadang kala dapat menyebabkan kejang – kejang. Fenomena yang terjadi pada saat ana kejang, yaitu kaku kelojotoan, mata mendelik, serta lidah tergigit. Hal ini membuat para orang tua panik dan khawatir.

Fenomena tersebut biasa dialami oleh anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam merupakan suatu kondisi yang di duga terjadi karena kenaikan suhu tubuh (temperatur) dengan drastis, pada umumnya disebakan oleh infeksi dan merupakan respon atas otak terhadap demam yang biasanya terjadi saat di hari pertama.

Berikut kondisi yang umumnya terjadi saat anak – anak mengalami kejang

  1. Hilangnya kesadaran dan berkeringat.
  2. Tangan dan kaki mengalami kejang.
  3. Deman yang tinggi.
  4. Terkadang keluar busa dari mulut atau muntah.
  5. Matanya terkadang akan terbalik.
  6. Setelah demam mereda, anak akan terlihat mengantuk dan tertidur.

Gejala yang terjadi pada kejang demam yang dialami oleh anak – anak sangat beragam, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Gejaka kejang demam yang terbilang ringan, anak yang mengalami seperti menatap dengan melotot, sedangan pada gejala berat, tubuh pada anak akan bergetar parah dan otot – otot menjadi kencang dan kaku.

Durasi pada kejang demam dikatagorikan sebagai berikut;

  1. Kejang demam sederhana, paling umun trejadi, dengan durasi kejang selama kurang lebih 15 menit. Kejang yang terjadi pada seluruh tubuh ini, selama periode 24 jam akan terulag.
  2. Kejang demam komplek : berlangsung selama 15 menit, pada salah satu bagian tubuh, dapat terulang dalam 24 jam.

Saat melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal – hal berikut;

  1. Ketika si kecil mengalami kejang, letakan anak di tempat yang aman, lalu jaugkan dari benda – benda yang berbahaya, seperti benda yang mudah pecah dan listrik.
  2. Kemudian, baringkan anak dalam posisi miring. Hal ini agar makanan, minuman, muntahan, serta benda lain yang terdapat di dalam mulutnya akan keluar. Dengan begitu, anak akan terhindar dari bahaya tersedak.
  3. Saat anak mengalami kejang, jangan masukan benda (sendok, kayu, jari, atau benda lainnya, serta memberikan minum), dikarenakan hal ini akan mempengaruhi tersumbatnya jalan napas anak apabila luka.
  4. Lalu, jangan berusaha untuk menahan gerakan jalan anak ataupun menghentikan dengan paksa saat terjadi kejang. Hal ini dapat menyebabkan patah tulang.
  5. Saat anak kejang, amati dengan baik apa yang terjadi kepada anak. Hal ini berguna untuk memberikan informasi kepada dokter. Setelah, kejang pada anak berhenti, bawa anak ke rumah sakit atau UGD untuk melakukan pemeriksaan ulang.
  6. Jika si kecil pernah mengalami kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan memberikan / membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah hal – hal diatas dilakukan, kemudian berikan obat sesuai dengan instruksi dokter.

Berikut hal – hal yang harus dilakukan bunda, supaya kejang pada anak tidak terjadi lagi:

  1. Berikan obat penurun panas pada si kecil. Misalnya, ibuprofen atau paracematol. Berikan obat tersebut, jika anak demam (suhu tubuh melebihi 37.5%oC )
  2. Letakan kompres hangat (tidak dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku anak. Kemudian, ukur suhu badan si anak dengan termometer.
  3. Jangan memberikan aspirin ataupun obat dengan jenis lain yang mengadung salisita. Mengapa? Karena, dengan memberikan obat tersebut diduga sebagai penyebab atau pemicu sindrom Reye. Sindrom Reye merupakan sejenis penyakit yang tergolong langka, serta mampu mempengaruhi kerja lever, darah, bahkan otak.
  1. Jangan selimuti anak dengan selimut yang tebal. Dikarenakan selimut atau pakaian yang tebal dan tertutup, akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengingkat terllau kencang, alangkah baiknya ditinggalkan saja.

Namun, tidak semua kejang yang disertai demam merupakan kejang demam. Jika kejang terjadi di luar rentang usia 6 bulan – 5 tahun, ataupun saat kejang anak tidak sadarkan diri, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dan menentukan penyebab lain kejang. Misalkan, ensafalitis, meningitis, atau epilepsi.

Kejadian epilepsi pada anak yang disertai kejang demam kurang dari 5%. Biasanya, pada anak – anak terdapat resiko lain;

  1. Kelainan perkembangan dan kecerdasan yang jelas, sebelum anak mengalami kejang demam pertama.
  2. Mengalami kejang demam komplek.
  3. Biasaya anak – anak yang terkena epilepsi, memiliki orang tua atau saudara kandung yang mempunyai riwayat penyakit tersebut.

Setelah anak mengalami kejang, namun tidak sadarkan diri, lebih banyak tidur, serta tidak mengadakan kontak mata dengan baik, maka dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang guna untuk mencari tahu penyebab kejang lain, terutama pada radang selaput otak (maningitis) dan radang otak (ensefalitis). Evaluasi lebih lanjut pun diperlukan, jika anak pernah mengalami kejang tanpa demam.

Kejang demam pada anak tidak mempengaruhi akan perkembangan dan kecerdasa anak tersebut. Biasanya, kejang demam akan menghilang dengan sendiri saat anak berusia 5 – 6 tahun.

Sebagian besar anak yang mengalami kejang demam, tetap perkembang dengan normal tanpa adanya kelainan. Walaupun tampak menakutkan, kejang demam tidak begitu berbahaya, karena akan menghilang dengan sendirinya seiring perkembangan dan bertambah usia. Dengan begitu, orang tua tidak perlu terlalu khawatir, ketika anak mengalami kejang. Cukup melalukan langkah – langkah awal untuk mengatasi Kejang pada anak.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali