LOADING

100%

DIARE PADA BAYI, BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?

May 28, 2018

Meski nampak sepele dan sering dialami oleh anak – anak, tetapi diare yang dialami oleh balita terutama bayi tidak dapat dianggap remeh. Yuks, mom simak apa saja yang sebaiknya yang harus dilakukan jika si kecil mengalami diare? Diare merupakan penyakit penceraan pada tubuh yang disebakan adanya gangguan pencernaan, sehingga akan mengeluarakan tinja yang encer saat buang air besar, dan lebih sering dari biasanya

Saat mengalami diare, penderita mengalami sakit kepala, muntah, mual, serta hilangnya napsu makan. Dengan balita yang mengalami hal tersebut akan membuat ia tidak nyama, menangis, dan rewel. Berikut penyebab diare yang dialami oleh bayi;

  1. Infeksi parasit, bakteri, dan virus. Anak usia bayi tidak memiliki daya tahan tubuh yang sempurna, sehingga rentan akan parasit, bakteri, serta virus yang menyebabkan diare.

Anak usia bayi memiliki rasa penasaran yang besar, sehingga tak jarang ia menyetuh sesuatu baik benda ataupun hewan, lalu setelah memegang hal tersebut, tangan si kecil yang sudah kotor dimasukan kedalam mulut.

  1. Keracunan pada makanan.
  2. Mengonsumsi jus buat terlalu banyak.
  3. Alergi dengan obat – obat tertentu.
  4. Alergi terhadapa makanan – makanan tertentu.
  5. Biasanya bayi yang sudah mecerna makanan pada dan sedang mengalami diare. Sebaiknya, menjauhkan makanan – makanan yang berpotensi memperburuk gejala diare si kecil. Seperti, makanan yang kaya akan serat, makanan berminyak, dan makanan manis, seperti kue dan produk susu untuk sementara.

Ketika seorang bayi mengalami diare, kandungan air dan garam di dalam tubuuh tidak imbang, di dalam tubuhnya terganggu. Maka dari itu, saat diare dapat memicu dehidrasi yang dapat mengacam nyawa, terutama seoarng bayi yang baru lahir. Berikut gelaja atau tanda dehidrasi yang dialami pada bayi yang wajib dikenali;

  1. Kondisi mulut yang kering.
  2. Air mata tidak keluar saat menangis.
  3. Sedikitnya buang air kecil, tidak seperti biasa.
  4. Kulit terasa kering.

Para orang tua pelu mewaspadi terjadinya dehindrasi pada bayi yang sedang diare, karena dehidrasi dapat dengan cepet memperburuk kondisi tubuh bayi.

Lalu apa yang seharusnya Moms lakukan jika si kecil mengalami diare?

Tetap berikan minum dan makanan

Bila si bayi menyusui, makan terus berikan ASI padanya. Hal guna untuk menggantikan cairan  yang hilang saat diare. Bila sebaliknya, berika bayi makanan – makanan yang bernutrisi dan air mineral untuk menggantikan cairan yang hilang serta memenuhi kebutuhan pada tubuh.

Tubuh memerulakan air untuk mengantikan cairan, namun bila air tidak mengandung garam dan eletronik, sehingga hanya memberikan air saja tidak akan cukup. Maka dari itu, dibutuhkan makanan yang bernutrisi, berupa sup untuk sodium dan jus untuk kalium. Sehingga dapat menjaga kadar elektolit pada tubuh.

Larutan gula garam

Larutan gula garam mampu mengatasi si kecil bila mengalami diare. Dan dapat Moms buat dirumah. Caranya, larutkan satu liter air dengan enam sendok teh gula yang dicampur dengan setengah sendok teh garam. Atau, Moms dapat berikan larutan oralit yang siap pakai dan sangat mudah didapatkan. Berikan lauran ini, setiap kali anak buang air besar.

Bila diare yang dialami si kecil disertai muntah, awali pemberian asupan cairan secara sedikit demi sedikit, yakni satu sendok teh (5ml) selama lima menit, kemudian Moms, bisa menaikan jumlah / dosisnya secara bertahap dan perlahan –lahan. Setelah itu, bila anak benar – benar tidak lagi muntah, jumlah cairan tidak perlu dibatasi.

Telon Lang Plus

Moms, dapat memberikan telon lang kepada anak. Balurkan telon lang ke perut anak untuk memberikan rasa hangat dan nyaman.

Supaya si kecil terhindar dari diare, Moms dapat melakukan hal – hal, sebagai berikut;

  1. Rutin mencuci tangan bayi atau balita, tertutam bila si kecil seleai bermain.
  2. Untuk orang dewasa yang merawat bayi, perlu menjaga kebersihan. Mengapa? Hal ini guna agar tidak menularkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada bayi.
  3. Peralatan bayi perlu dijaga kebersihan. Lantau dan benda yang dipegan oleh bayi perlu dibersihkan dengan baik. Agar terhindar dari bakteri – bakteri atau mikroorganisme.
  4. Botol susu bayi perlu dijaga kebersihan, serta kesterilan botol susunya. Selain itu, ibu tetap memberikan ASI kepada bayi atau balita, walaupun mengalami diare. Untuk menggantikan cairan yang hilang pada tubuh bayi.
  5. Makanan dan minuman yang diberikan pada bayi perlu diperhatikan kebersihannya. Selain kebersihan, hindari makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa, serta makanan yang kaya akan serat, seperti jus apel dan juga makanan berminyak, serta susu.

Apabila upaya – upaya di atas tidak memberikan perubahan yang baik pada bayi yang mengalami diare, sebaiknya Moms membawa ke rumah sakit atau dokter agar mendapatkan penaganan yang lebih baik.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali