LOADING

100%

BAGAIMANA MENGATASI ANAK YANG LAMBAT BICARA?

May 7, 2018

Setiap bunda pasti khawatir akan si kecil bila belum bisa berbicara, padahal anak – anak seusianya sudah bisa berbicara dengan baik. Pemasalahan lambat bicara pada seorang anak merupakan hal yang menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan untuk setiap orang tua.

Lambat bicara pada si kecil dapat disebabkan oleh orang tua yang kurang perhatian untuk mengajarkan berbicara atau mengajak ngobrol. Karena beberapa orang tua, memiliki pikiran bahwa anaknya hanya terlambat saja, pasti lamban laun anak tersebut akan dapat berbicara.

Tidak hanya itu, lambat bicara dan berbahasa pada anak memiliki banyak faktor penyebab, yakni:

  1. Kelainan pada bagian mulut. Contohnya, masalah pada langit – langit mulut atau lidah.
  2. Kelainan pada lipatan di bawah lidah (Frenulum). Hal ini dapat menjadi penyebab keterlambatan berbicara dan bahasa pada anak.
  3. Malasah pada di sekitar mulut. Hal ini akan berbuntut pda ketidakefesienan saat berbicara.
  4. Keterlambatan berbicara dapat disebabkan karena kurang pendengaran pada anak, sehingga menjadi kesulitan.
  5. Saraf motorik pada anak. Saraf motorik yang menggerakan gerak – gerik pada anak, termasuk berbicara.

Dalam permasalahan keterlambatan berbicara dan bahasa pada anak perlu diperhatikan dengan baik – baik oleh para orang tua. Karena orang tua menjadi lingkungan terdekat untuk memicu perkembangan pada anak.

Perkembangan kemampuan pada anak, baik itu berbicara atau berbahasa memiliki beberapa tahapan untuk mulai berkomunikasi. Berikut tahapannya;

Usia 0 – 6 bulan

  • Bayi akan mulai membuat suara – suara, seperti aah atau uuh yang biasa di kenal dengan istilah cooing saat berumur 2 – 3 bulan.
  • Saat usia bayi diatas angka 3 bulan, ia akan mencari sumber suara baik yang didengar ataupun bunyi mainan yang disukai.
  • Saat mendekati 6 bulan, bayi dapat merespon terhadap namanya sendiri, serta mengenali emosi dalam nada bicara. Tahapan Cooing akan berkembang menjadi Babbling.

Babbling merupakan saat bayi mulai mengoceh dengan suku kata tunggal, seperti papaaa, dadaaa, babababa, mamamama.

Namun, orang tua harus waspada bila tidak menoleh bila dipanggil namanya dari arah berlakang, tidak ada babbling.

Usia 6 – 12 bulan

  • Saat usia 6 – 9 bulan, seoarang bayi sudah mulai mengerti akan nama – nama orang dan benda, bahkan konsep – konsep dasar, seperti ya, tidak, ataupun habis. Dan bayi sudah bisa mengucapkan kata mama dan papa tanpa arti.
  • Saat usia 9 – 12 bulan, ia sudah mampu mengucapkan mama dan papa (ayah dan bunda, atau istilah lain dari yang mengasuhnya). Sudah mengerti, bila namanya di panggil. Dan mulai menirukan kata atau bunyi yang didengarnya.
  • Saat usia 12 bulan, ia sudah mengerti sekitar 70 kata.

Namun, para bunda harus waspada bila saat bayi berumur 12 di menunjuk dengan jari, hal ini menandakan ekpresi wajah kurang pasa usia 12 bulan.

Usia 12 – 18 bulan

Pasa usia 12 – 18 bulan ini, si kecil sudah mampu mengucapkan 3 – 6 kata dengan arti. Sudah mengerti menggeleng dan mengangguk untuk menjawab pertanyaan.

Pada usia ini, bayi mulai menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain. Dan mengikuti perintah dengan satu langkah.

Pada usia 18 bulan, kosakatan pada anak sudah mencapi 5 – 50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginan dengan mengunggakan kosakata beberapa.

Waspadalah bila tidak ada kata – kata yang berarti pada usia 16 bulan.

Usia 18 – 24 bulan

Pada usia segini, si kecil hampir setiap hari memiliki kosakata baru. Si kecil dapat membutak kalian, yang terdikiri dari 2 kata dan sudah dapat mengikuti perintah 2 langkah.

Pada usia ini, si kecil akan senang untuk mendengarkan cerita. Sehingga baik untuk membacakan cerita dongeng. Sehingga anak memiliki bekal kosakata yang banyak.

Diusia 2 tahun, perkataan atau pengucapan dari si kecil 50% sudah bisa dimnegrti oleh oarang dewasa.

Waspadalah bila : tidak ada kalimat 2 kata yang mampu dimengerti pada usia 24 bulan

Usia 2 – 3 tahun

Setelah usia 2 tahun, pengucapan kata – kata pda anak sudah mulai dimengerti oleh orang lain. Saat usia mendekati 3 tahun, seorang anak mulai menggunakan kalimat tanya.

Pada usia segini, anak – anak sudah mampu mengucapkan nama dan kegunanan benda – benda yang sering ditemui, serta sudah mampu mengenal warna dan senang bernyanyi ataupu bersajak.

Usia 3 – 5 tahun

Pada usia segini, anak sudah mampu menyebutkan nama, umur, jenis kelamis, serta menggunakan kalimat panjang (terdiri dari <4 kata) saat berbicara.

Pada usia 4 tahun, kata – kata yang diucapkan oleh sang anak sudah dapat dimengerti oleh orang lain. Si kecil sudah mampu menceritakan dengan lancar dan rinci tentang hal yang dialaminya.

Hal – hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi lambat kemampuan berbicara pada anak, ialah;

  1. Rajin berkomunikasi dan bebricara ada anak tersebut. Hal ini untuk membiasakan anak untuk berkomunikasi.
  2. Membacakan cerita pada anak. Hal ini akan berguna untuk pembekalan kosakata pada anak berkomunikasi. Dalam membacakan cerita, dianjurkan tetap adanya interkasi kepada anak. Contohnya; menanyakan siapa yang membantu? Siapa yang memakai baju oren? Dan pertanyaan lain yang berhubungan dengan ceria tersebut. Serta, meminta anak unuk menunjukan bedan dengan menyebutkan nama benda tersebut.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali