LOADING

100%

APAKAH BALITA HARUS SUDAH BISA BACA TULIS?

Jan 8, 2018

Bagi Moms yang memiliki balita, sudah bisa baca tuliskah balita Anda? Membaca, menulis dan berhitung (biasa disingkat dengan CALISTUNG) untuk usia balita masih menjadi perdebatan di sana sini. Di satu sisi, orang tua pasti bangga jika di usia dini si kecil sudah pandai membaca,menulis dan berhitung. Tetapi bagaimana dengan perkembangan si kecil, apakah hal tersebut sesuai dengan usianya?

Berbicara tentang tahap tumbuh-kembang anak terbagi menjadi beberapa fase.

  1. Usia anak 0 bulan sampai 2 tahun. Ini adalah fase paling membutuhkan stimulasi motorik, karena pada fase ini anak akan banyak melalui kemampuan-kemampuan motorik kasar, seperti tengkurap, duduk, merangkak dan berjalan.
  2. Setelah usia 2 tahun, fase menuju fokus stimulus bahasa dengan tujuan interaksi dan komunikasi sebagai persiapan menuju usia 3 tahun, yaitu fase interaksi dan sosialisasi. Pada fase ini, anak sudah mengerti keberadaan teman.
  3. Memasuki usia 4 tahun, anak berada dalam usia kemandirian. Di sini anak mulai diperkenalkan aturan kemandirian dan tanggung jawab, misalnya memakai sepatu dan makan sendiri.
  4. Sedangkan pada usia 5 tahun, anak dipersiapkan memasuki sekolah dasar, tetapi tidak bersifat memaksa.
  5. Fase berikutnya adalah usia 6 tahun, yaitu usia anak mulai melakukan pendidikan formal. Pada usia ini sudah ada aturan yang jelas, yaitu belajar di dalam kelas dan tidak lagi banyak main-main walaupun masih ada sisi bermainnya.

Mengarahkan anak untuk suka membaca memang baik, misalnya saja dengan membacakan buku cerita pada anak. Jika anak memang menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung, orang tua bisa mulai mengajarinya. Tapi jika anak balita belum punya keinginan untuk belajar membaca atau berhitung, janganlah memaksa karena anak bisa stres dan tertekan karenanya. Ingat, pada saatnya nanti anak akan punya kesiapan sendiri untuk mempelajari hal-hal itu. Tahapan perkembangan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung bukanlah keterampilan yang dapat begitu saja dikuasai anak. Terdapat keterampilan-keterampilan pendahuluan yang harus dimiliki anak untuk akhirnya bisa membaca, menulis, dan berhitung sebagai modal menapaki pendidikan setinggi-tingginya.

Anak-anak usia 0–6 tahun diajarkan bermain dengan teman-temannya untuk bersosialisasi supaya menjadi tidak pemalu, riang ketika bertemu teman, tidak diam ataupun menangis.  Jika masa keemasan anak ini sudah dilewati, barulah anak masuk ke tahapan perkembangan kemampuan calistung, yaitu:

  1. Membaca

Melihat gambar adalah bentuk membaca yang paling sederhana, sejak usia 3–5 tahun pun, anak diharapkan sudah memiliki ketertarikan untuk membaca gambar, simbol, dan logo yang ada di sekitarnya, Moms bisa menggunakan gambar dengan warna-warna yang menarik. Pada usia 4–6 tahun, anak baru mulai diharapkan mampu membaca gambar, simbol, dan logo. Misalnya melihat logo supermarket ia sudah bisa mengenalinya, membaca dengan pola diharapkan mulai dikuasai anak pada usia 5–7 tahun.

Selain mengenali bentuk dan pola, anak juga harus bisa memegang buku dengan baik serta mampu membalikkan dari kiri ke kanan. Keterampilan ini sangat berhubungan erat dengan perkembangan keterampilan motorik anak.

  1. Menulis

Jauh sebelum anak bisa memegang pensil dengan baik, ia perlu belajar menjumput (memegang benda dengan telunjuk dan ibu jari). Ia perlu mengetahui bahwa tulisan itu memiliki arti, kembali lagi bisa dikembangkan dengan memperlihatkan berbagai buku.

  1. Berhitung

Anak perlu memahami konsep berhitung bahwa satu untuk satu benda (one-to-one correspondence). Sebelum mengajarkan menghitung satu-dua-tiga, ajarkan anak untuk membagikan satu benda untuk satu orang atau satu benda ke dalam satu. Mengenali simbol termasuk angka baru diharapkan setelah anak berusia 4–6 tahun.

Jangan memaksa anak untuk belajar membaca terlalu dini. Memaksa anak untuk membaca dan menulis ketika ia belum siap akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan hingga akhirnya akan muncul penolakan. Saat ini banyak ditemukan kasus efek dari anak diperkenalkan calistung pada usia dini. Misalnya, anak mogok sekolah, cepat merasa bosan, dan kurang konsentrasi belajar.

Moms tidak perlu khawatir, pada akhirnya semua anak pasti bisa membaca dan menulis, hanya waktunya yang mungkin berbeda-beda. Karena perkembangan tiap anak juga berbeda. Meskipun ada juga anak-anak yang memang memiliki ketertarikan dalam membaca dan menulis yang sangat tinggi sejak usia dini. Peran guru prasekolah adalah memperkenalkan sesuatu kepada anak dan menjadi jembatan. Usia prasekolah tahap berpikirnya adalah tahap konkrit, dimana segala sesuatu itu harus ada contohnya. Misalnya, memberi contoh kerapian, cara menyusun buku, membereskan mainan, dan lain sebagainya. Sebagai orang tua yang bijak, sebaiknya Moms perhatikan perkembangan dan minat si kecil terlebih dahulu. Jangan pernah  memaksakan sesuatu hanya untuk menuruti sifat egois orang tua, apalagi hanya sebagai ajang unjuk kebolehan anak kepada orang lain.

https://health.detik.com/read/2014/11/25/112528/2758241/1301/ingat-anak-cerdas-itu-bukan-yang-harus-bisa-baca-di-usia-balita

http://doktersehat.com/jangan-paksa-anak-belajar-calistung/

http://edukasi.kompas.com/read/2013/10/14/1618542/Ingat.Efeknya.Biarkan.Anak.Tumbuh.Sesuai.Usianya.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali